"Sampai pagi itu masih pusing-pusing dan mual. Makannya malam hari pas hajatan," ujarnya, Senin (19/12/2022).
Ricky salah satu keluarga hajatan pernikahan mengatakan, para warga ini datang ke Puskesmas secara bersama-sama karena punya kesamaan keluhan.
"Gejalanya pusing dan mual. Baru terasa di pagi hari. Kami semua barengan dari keluarga laki-lak datang ke sini (Puskesmas)," katanya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Dokter Yoyo mengatakan, data yang diterima ada sekitar 45 orang yang menyantap makanan hajatan tersebut.
"Ada 32 orang yang bergejala dan dirawat di Puskesmas Cihaurbeuti dan 1 orang di Puskesmas Panumbangan. Semua korban masuk dalam kategori sakit sedang dan ringan diduga keracunan," katanya.
Menurutnya, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis saat ini telah mengambil sempel beberapa makanan hidangan hajatan dan feses atau kotoran untuk dilakukan uji lab ke labkesda Jawa Barat.