"Perlu dipahami rapid test cara beda dengan test selama ini karena akan gunakan spesimen darah. Tidak dengan lapisan kerongkongan atau tenggorokan. Ini tidak butuhkan sarana lab. Artinya bisa di semua lab kesehatan di Indonesia," kata Yuri.
Yuri mengatakan pada pasien yang positif virus Korona karena rapid test harus menjalani isolasi secara mandiri. Pasien tetap akan diawasi oleh puskesmas.
" Tentunya dengan monitoring puskesmas," ucapnya.