Hal ini bukan tidak mungkin terjadi, terlebih menurutnya provinsi yang dipimpinnya itu memiliki keindahan alam yang luar biasa. "Keindahan Jawa Barat melahirkan ribuan seniman, budayawan, pekerja seni. Kita harus produktif dan adaptif walau masih Covid," kata Emil.
Menurut Emil, kepuasan wisatawan harus menjadi acuan utama dalam mengembangkan potensi pariwisata. "Ini bisnis kebahagiaan. Orang mau bayar sesuatu demi kebahagiaan. Saya bahagia jalan-jalan, lahirlah wisata jalan-jalan. Bahagianya umrah, ada wisata umrah," ujarnya.
Oleh karena, Emil berpesan agar setiap gelaran yang diselenggarakan harus memenuhi kriteria 3C yakni creative value, commercial value, dan CEO commitment. Dia menjelaskan, setiap event yang dibuat harus kreatif sehingga menyajikan sesuatu yang menarik dan indah.
Selain itu, gelaran pun harus memiliki nilai komersial sehingga bisa berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. "Undang sponsor. Libatkan semua industri kreatif di sekitar supaya berdampak ekonomi," tutur Emil.
Terakhir, kata Gubernur Jabar, kegiatan yang diselenggarakan harus didukung oleh pemerintah daerah. "Pemerintah daerah harus ikut mendukung, kalau ada yang kurang dibenahi, dibantu, di-support. Kalau begitu, akan mengembangkan pariwisata di daerah masing-masing," ucapnya.
Lebih lanjut, Emil mengingatkan pihak terkait agar setiap gelaran tidak menyalahi aturan terutama menyangkut agama. "Jangan tergoda bisnis pariwisata yang melanggar syariat, supaya negeri ini tetap ada dalam keberkahan," ujar Emil. Arif budianto