Sementara, Konser Kampung, yang akan diwakili Ketut Aminudin dan Ghetot Carlim akan lebih konsentrasi dalam pengenalan alat musik, karya dari inovasi yang dilakukannya. Belentung, adalah alat musik otentik karya Konser Kampung yang akan diperkenalkan dalam ajang itu.
Alat musik belentung sendiri masuk kategori alat musik yang dipetik, terbuat dari bambu. Secara fungsi, alat musik ini bisa dimainkan dengan cara petik dan gesek.
"Dengan diiringi Belentung, kami akan perform dengan membawakan tiga lagu. Semuanya berkaitan dengan Belentung," kata Ketut.
Selain perform, mereka juga akan melakukan workshop terkait Belentung itu. Dengan demikian, diharapkan apresiatif tidak hanya bisa menikmati musik dari Belentung, tetapi juga mengetahui sejarah dan cara memainkannya.
"Berharap bisa kolaborasi dengan beberapa pemusik di negara tersebut, atau juga dengan beberapa negara yang mengikuti event itu. Ini penting agar menghasilkan karya kolaborasi dan selanjutnya dapat membuat jejaring program kerja sama," ucap dia.
Sementara, dalam even Documenta Fifteen di Kassel Jerman itu, ada dua kelompok seniman Indonesia yang diundang. Mereka yaitu Jatiwangi art Factory (JaF) Majalengka dan Gudskul Jakarta.
Dalam pelaksanaannya, JaF mengikutsertakan sejumlah komunitas dalam event itu. Selain komunitas seni dari beberapa sanggar, JaF juga mengajak pelaku usaha kuliner di Majalengka.
Komunitas-komunitas itu diundang untuk membuat program Majalengka Week di Kassel, yang digagas oleh JaF dalam event seni rupa lima tahunan itu.