Tukang Batu di Nyalindung Sukabumi Tewas Terkena Peledak Buatan

Agus Warsudi
Tukang batu tewas akibat terkena ledakan saat berusaha memecahkan batu menggunakan peledak buatan. (FOTO: Humas Polda Jabar)

"Dugaan sementara adalah UK meninggal saat mencoba memasukkan serbuk potasium ke dalam batu yang sudah dilubangi. Ledakan tiba-tiba terjadi, mengakibatkan korban terpental dan mengalami luka serius di pergelangan tangan kiri dan luka di dahi akibat serpihan batu," kata Kapolres Sukabumi.

AKBP Maruly Pardede, saksi S memberitahukan kejadian itu ke keluarga korban N dan warga sekitar. Mereka juga melapor ke Polsek Nyalindung.

Petugas yang datang ke Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) antara lain, Kapolsek Nyalindung AKP Joko Susanto Supono, PS Kanit Reskrim Aipda Anhis Tresna, PS Kanit Intelkam Aipda Mulyadi, KaSPKT Aipda Abdul Rohman, Bhabinkamtibmas Aipda Suhendar Romdoni Bhabinkamtibmas Aipda Sudiro, dan nakes dari Puskesmas Nyalindung, Yusep Deni.

"Langkah-langkah yang dilakukan kepolisian antara lain adalah melakukan pemeriksaan di TKP, memasang garis polisi, memeriksa luka korban, memintai keterangan saksi-saksi, mengantar jenazah korban ke rumah duka, dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi oleh keluarga yang disetujui pihak Desa Cijangkar.

"Hasil pemeriksaan luka luar oleh tim medis Puskesmas Nyalindung, korban UK mengalami luka sobek di dahi akibat benturan benda keras dan pergelangan tangan kirinya mengalami kerusakan serius akibat ledakan," ujar AKBP Maruly Pardede.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sisa serbuk potasium, gunting kecil, pecahan batu dengan bercak darah, potongan genting yang diduga digunakan untuk menutup lubang batu, sebilah golok kecil, dan satu buah karung warna putih.

Kasus ini, tutur Kapolres Sukabumi, dalam penyelidikan lebih lanjut. "Kami berduka atas kejadian ini dan akan memastikan semua aspek telah diperiksa secara teliti untuk mengungkap penyebab pasti kematian UK. Kami juga mengingatkan semua pekerja untuk selalu berhati-hati dalam melakukan pekerjaan mereka, terutama ketika menggunakan bahan-bahan yang berpotensi berbahaya," tutur Maruly Pardede.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pasien Cacar Monyet di Bandung Ngaku Tak Ada Riwayat ke Jakarta tetapi Pernah ke Sukabumi

57 tahun lalu

Update Kasus Bullying Bocah SD di Sukabumi, Polisi Periksa dari Pihak Sekolah 

57 tahun lalu

Ponsel Sopir Angkot Berdering, Diduga Picu Ledakan dan Hanguskan SPBU di Sukabumi

57 tahun lalu

Angkot Meledak saat Isi BBM, SPBU Sukabumi Terbakar

57 tahun lalu

Kasus Bullying Siswa SD di Sukabumi, Korban Ngaku Diintimidasi Sekolah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal