Tuai Kritikan soal Miskin Ekstrem, Pemkab Karawang Evaluasi Penanganan Kemiskinan

Nilakusuma
Kepala BPS Karawang, Budi Cahyono, mengakui kemiskinan ekstrem di Karawang berdasarkan data yang dikirim BPS. (Foto: iNews.id/Nilakusuma)

"Soal data kemiskinan ekstrem BPS di daerah hanya mengirimkan 1.040 sampel rumah tangga, dan pendapatan perkapita per hari setiap orang. Selanjutnya data tersebut dianalisis oleh provinsi kemudian dihasilkan data itu dari pusat yakni Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)," kata Kepala BPS Karawang, Budi Cahyono, Senin (4/10/2021).

Menurut Budi, dari pemaparan TNP2K ada dua kategori kemiskinan di Indonesia, yakni miskin dan miskin ekstrem. Perbedaan dua kategori miskin itu dari indikator pendapatan perkapita per harinya.  Itu juga disesuaikan dengan inflasi yang berlaku.

Sesuai hasil paparan disebutkan miskin ektrem itu yang memiliki pendapatan di bawah 1,9 USD atau setara dengan Rp11.000 per harinya. Untuk data Kemiskinan Ekstrem di Karawang sendiri pihaknya mengakui hanya dimiliki oleh TNP2K.

"Kami hanya mengumpulkan data, dan hasilnya diolah di pusat," ucapnya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Karawang Disebut Miskin Ekstrem, Bupati Cellica Panggil 25 Kepala Desa  

57 tahun lalu

May Day, Belasan Ribu Buruh Karawang Berangkat ke Jakarta

57 tahun lalu

Mendagri Ungkap Data Kemiskinan di Papua, Seluruh Wilayahnya di Atas Rerata Nasional

57 tahun lalu

Daftar Lengkap Korban Kecelakaan Maut di Majalengka, 6 Orang Tewas dan 13 Luka

57 tahun lalu

Tepergok Saat Beraksi, Maling Motor Bersenpi di Karawang Babak Belur Dihakimi Massa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal