"Ini sebagai respons kami untuk kecepatan pengiriman, karena Ramadan membutuhkan kecepatan untuk bisa kirim barang ke berbagai daerah. Kalau kami dekat, ini akan memudahkan mereka," ujar Ana.
Ana menuturkan, seiring relaksasi pandemi Covid-19 oleh pemerintah, kegiatan perdagangan pada Ramadan ini diperkirakan akan mengalami kenaikan. Sebelum pandemi, pusat perkulakan biasanya banyak diburu pelaku usaha. Transaksi ekonomi dari sektor perdagangan diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
Saat Ramadan dan Lebaran, Pos Indonesia juga biasanya mencatat peningkatan volume kiriman. Hal ini terjadi karena banyak masyarakat melakukan pengiriman barang untuk keluarga atau keperluan bisnis.
Perkenalkan Kemasan Khusus
Selain membuka gerai di pusat perdagangan, Pos Indonesia juga memperkenalkan packaging khusus (dus PosAja) yang diperuntukkan bagi para customer yang akan melakukan pengiriman. Packaging ini juga tersedia di gerai dan Kantor Pos.
"New packaging PosAja ini kami peruntukan bagi para UMKM dan individu agar barangnya bisa terkemas dengan baik dan bagus, tidak rusak dan enak dilihat. Bagi masyarakat yang tidak bisa melakukan packing barang, ini akan lebih memudahkan," beber Ana.
Khusus bagi UMKM, langkah ini akan mendorong pelaku usaha naik kelas. Karena dengan tampilan yang lebih baik, barang akan memiliki nilai ekonomi tinggi.
"UMKM juga bisa naik kelas dengan produk kemasan yang lebih premium. Walaupun barang bagus tapi kalau packaging kurang menarik, nilainya akan kurang," ujar dia.