Transaksi Ekspor Impor Jabar Capai Jutaan Dolar, Baru Sedikit Perusahaan Gunakan LCS

Arif Budianto
Kepala BI Jabar Herawanto. (Foto: iNews.id/Arif Budianto)

Menurut Herawanto, fasilitas local currency settlement akan memangkas biaya operasional untuk ekspor dan impor. Ini adalah fasilitas untuk penyelesaian transaksi bilateral dua negara. Fasilitas ini akan membantu stabilitas keuangan di tengah kondisi global saat ini. Juga sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap Dolar Amerika. 

"Memang fasilitas LCS ini sudah terhubung dengan beberapa negara, seperti Malaysia, Thailand, China, Jepang, dan lainnya. Ini akan terus di tingkatkan agar lebih banyak mata uang yang saling terhubung," katanya. 

Dia pun menyayangkan, belum termanfaatkannya LCS membuat perusahaan Indonesia tetap harus membayar menggunakan Dolar Amerika, walapun bukan bertransaksi dengan negara Amerika. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Eksportir Tak Tergabung dalam Simirah Kena Biaya Tambahan Ekspor CPO 200 Dolar AS

57 tahun lalu

Bea Cukai Dukung Joint Exercise ISPS Code di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

57 tahun lalu

Tanda Ekonomi Mulai Pulih, Ekspor-Impor Naik, Aktivitas Pelabuhan Meningkat 

57 tahun lalu

Perusahaan di Jabar Ekspor Jas ke AS dan Korsel, Wagub: Geliat Ekonomi Terlihat

57 tahun lalu

BPS: Kinerja Ekspor Sumsel Merosot 17,32 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal