"Memang fasilitas LCS ini sudah terhubung dengan beberapa negara, seperti Malaysia, Thailand, China, Jepang, dan lainnya. Ini akan terus di tingkatkan agar lebih banyak mata uang yang saling terhubung," katanya.
Dia pun menyayangkan, belum termanfaatkannya LCS membuat perusahaan Indonesia tetap harus membayar menggunakan Dolar Amerika, walapun bukan bertransaksi dengan negara Amerika.