Polisi Carabinieri, Letnan Kolonel Stefano Bove mengatakan, polisi telah mencari Saman Abbas sejak 5 Mei. Petugas yang mengunjungi rumah Abbas tak menemukan keberadaannya sehingga memicu penyelidikan.
Diketahui, orang tua korban telah pulang ke Pakistan tanpa Saman Abbas. Polisi juga menemukan rekaman dari kamera CCTV yang menunjukkan pada 29 April, ada lima orang berjalan menjauh dari rumah orang tua Saman Abbas. Mereka membawa sekop, linggis, dan ember.
Kelimanya kembali ke rumah tersebut sekitar pukul 02.30 dini hari. Polisi mengidentifikasi kelima orang tersebut sebagai anggota keluarga Saman Abbas yang telah melakukan pembunuhan. Namun kini semuanya telah kembali ke Pakistan.
Orang tua Saman Abbas, paman dan dua sepupu saat ini sedang diselidiki atas kasus pembunuhan. Polisi Carabinieri sedang memeriksa sumur, saluran irigasi, tanah pertanian dan rumah kaca untuk mencari jenazah korban. "Semua seharusnya terlibat dalam kejahatan itu," kata Stefano Bove seperti dikutip Straitstimes.com.
Kasus ini pun memicu aksi solidaritas yang diikuti ratusan peserta. Mereka menggelar aksinya pada Jumat (28/5/2021) malam di Balai Kota Novellara.
"Abbas, malam ini Anda tidak sendirian dan Anda tidak akan pernah sendirian lagi," kata Wali Kota Elena Carletti dalam video yang diposting di situs berita lokal, Reggioonline.