Menurut Riska Ayu Sari, tokoh masyarakat Kampung Babakan Resmi RW 16, tradisi ini telah berlangsung turun-temurun sejak zaman para leluhur yang dulu membuat aliran Sungai Pasirpogor dengan alat sederhana.
"Tradisi Hajat Cai ini selalu dilakukan masyarakat setiap 6 bulan sekali menjelang masa panen," ujar Riska, Sabtu (21/6/2025).
Dia menambahkan, air dari Sungai Pasirpogor mengaliri ratusan hektare lahan pertanian, sehingga keberlangsungan aliran sungai sangat penting.
"Warga sadar bahwa sungai ini jadi sumber kehidupan dan memberikan manfaat tak terhingga, sehingga dijaga agar tetap lestari," katanya.
Tradisi Hajat Cai ini digelar secara swadaya, mulai dari biaya hingga perlengkapan, menunjukkan kesadaran kolektif warga untuk melestarikan budaya dan alam.
Riska berharap tradisi ini dapat terus dijaga oleh generasi penerus, bukan hanya sebagai bentuk budaya, tetapi juga sebagai pelajaran penting dalam merawat lingkungan.
"Mudah-mudahan tradisi ini bisa terus dilestarikan oleh anak cucu dalam menjaga Sungai Pasirpogor yang mengairi ratusan hektare lahan persawahan di Desa Sirnajaya," ucapnya