"(Pada Sabtu malam) informasinya masih ada yang tertimbun. Namun apakah itu santri atau keluarganya yang menginap, masih simpang siur. Namun hingga batas waktu pencarian pukul 24.00 WIB, petugas tidak menemukan tanda-tanda masih ada korban di dalam bangunan yang roboh," ujarnya.
Pencarian dihentikan, tutur Irfan, karena malam semakin larut dan penerangan minim. Petugas yang melakukan pencarian di antara reruntuhan bangunan sangat rawan.
Menurut Irfan, bangunan Ponpes Al-Madaroh roboh selain karena telah berusia tua, juga diduga karena kelebihan beban akibat pondasi yang kurang kokoh.
Diberitakan sebelumnya, bangunan di Ponpes Al-Madaroh, Kampung Loji, RT 01/01, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, roboh, Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 18.30 WIB. Akibat peristiwa ini, delapan santri mengali luka-luka.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat bangunan itu roboh, puluhan santri dan pengasuh ponpes sedang berada di dalamnya. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.