“Edukasi, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, ini perlu dilakukan. Karenanya, kita mendukung seruan Presiden Jokowi tentang perlunya kurikulum tanggap bencana dalam sistem pendidikan nasional. Astana harus ikut berperan di sini. Berbagi ilmu tanggap bencana kepada santri dan masyarakat,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, ikhtiar mitigasi, antisipasi dan tanggap bencana yang dilakukan Astana, tidak hanya dalam bentuk edukasi atau pelatihan tanggap bencana, tapi juga dibarengi dengan upaya spiritual dengan berdoa kepada Allah SWT, agar masyarakat dihindarkan dari bencana.
”Santri Astana juga perlu mengajak masyarakat, agar senantiasa siap, harus respons, harus sigap, harus tangguh dalam setiap menghadapi bencana alam,” ucapnya.