Tiga Lurah di Purwakarta Komitmen Tangani Lingkungan Terdampak Banjir Tanah Merah

Asep Supiandi
Tiga lurah di Kecamatan Purwakarta sedang berembuk dengan warga terdampak banjir tanah merah. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi) 

"Kami sudah mengajukan pembangunan untuk membuat drainase di Jalan Kenanga. Rencananya drainase dibuat di kiri dan kanan jalan," ujar Lurah Nagri Kaler, Dede Iskandar.

Sementara Lurah Ciseureuh, Yai Uun Khaerun mengaku masih terkendala penanganan hulu Sungai Cilangkap sebagai muara dari semua aliran di Kelurahan Nagri Kaler dan Munjul Jaya. Fokusnya adalah mendorong pemerintah untuk melakukan penanganan di wilayah itu.

Diketahui, warga RW 12 Nagri Kaler, RW 12 Munjul Jaya dan RW 13 Ciseureh sempat protes dan menggalang tanda tanda tangan pascabanjir tanah merah. Mereka mendesak Pemkab Purwakarta tidak mengijinkan pembangunan klaster di wilayah RW 7 Kelurahan Munjul Jaya. Selain mendesak penanganan serius banjir rutin yang sudah terjadi puluhan tahun.

Tanda tangan yang dituangkan dalam surat pernyataan sikap itu rencananya akan dilayangkan ke Bupati Purwakarta dan ditembuskan ke unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Protes Banjir Tanah Merah Tak Digubris, Warga Purwakarta Galang Aksi Tanda Tangan

57 tahun lalu

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Buka Lapangan Kerja bagi Warga Terdampak Banjir

57 tahun lalu

Potret Terkini Ponpes Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang, Sudah Bersih dari Tumpukan Kayu

57 tahun lalu

Curhat Korban Banjir Agam Tinggal di Pengungsian, Inginkan Relokasi hingga Rumah Sementara

57 tahun lalu

Banjir Semarang Berdampak ke 40.452 Jiwa, BNPB: 3 Orang Tewas dan 1 Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal