Sementara itu, Pimpinan Padepokan Parukuyan, Yon Suparman menilai, erosi budaya saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Imbasnya bukan hanya pada psikis masyarakat, namun lebih luas hingga berimbas pada pelanggaran-pelanggaran terhadap ekologi.
"Mohon ini diperhatikan untuk pembenahan regenerasi pada skup budaya," kata Yon.
Menurut Abah Yon, sapaan akrabnya, 22 tahun Padepokan Parakuyun berdiri tidak ada sedikitpun campur tangan pemerintah. Dia mengakui, padepokannya pernah mencoba berkomunikasi dan membangun gagasan bersama pemerintah, kamu sayang hal itu tidak terwujud.
Meski begitu, penolakan dari pemerintah tidak membuat padepokannya surut. Sebaliknya, padepokannya tetap berdiri hingga kini.
"Di sini pengembangan budaya seharusnya mendapat perhatian pemerintah, tapi realitanya ridak ada," ucapnya.
"Dengan hadirnya Perindo, seperti ada (program) pembagian gerobak, kita melihat adanya tekad yang baik bagi masyarakat," tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan silaturahmi, Wakil Ketua Umum Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiansyah, Ketua DPW Partai Perindo Jabar, HM Ferrari Nurrachadian dan jajaran serta sejumlah tokoh budaya di Jabar.