Menurutnya, bantuan tersebut sangat meringankan beban anggota komunitasnya di tengah pandemi yang belum berakhir. Selama pandemi, penghasilan mereka yang umumnya berprofesi sebagai ahli pijat menurun drastis.
"Untuk kaum disabilitas seperti kami adanya pandemi sangat berdampak karena kegiatan kami memijat. Dengan adanya Corona ini, jangankan (orang) ingin dipijat, ngobrol aja berjarak, otomatis penghasilan kami berkurang, bahkan bisa sampai 90 persen," katanya.
"Saya sih ke depan inginnya MNC Peduli ada keberlangsungan, tidak saat ini saja. Kalau bisa, selama MNC Peduli ada karena kami sangat membutuhkan, sangat bahagia sekali, sangat senang sekali dengan adanya MNC Peduli," ucap Susi.
Dia juga berharap, ke depan bantuan yang diterimanya bisa lebih luas. Seperti halnya bantuan permodalan agar seluruh anggota komunitasnya bisa hidup sejahtera.
"Kalau bisa tidak hanya dengan bantuan seperti ini saja. Kami tidak hanya ingin dikasih ikannya saja, tapi kailnya juga biar kami bisa berusaha, mencari sendiri, tidak hanya menerima bantuan saja. Kalau ada sih bentuknya permodalan karena kami juga sangat membutuhkan," katanya.