"Kami meninjau lokasi pergerakan tanah di Desa Sukawangi dan Desa Pancasura, kami langsung edukasi masyarakat dan mengimbau agar waspada dan siaga dalam menghadapi cuaca ekstrem, yang bisa sewaktu-waktu menyebabkan longsor ataupun pergerakan tanah," kata Alip Nuranjani, Rabu (9/11/2022).
Sub Koordinator Pemodelan Pemetaan dan Gerakan Tanah PVMBG Yohandi Kristiawan mengatakan, penelitian ini dimaksudkan untuk memastikan daerah berpotensi longsor dan pergerakan tanah di wilayah Kecamatan Singajaya.
"Kami bersama tim meninjau langsung lokasi longsor dan permukiman warga yang terdampak pergerakan tanah untuk bahan analisis," kata Yohandi Kristiawan.
Tim PVMBG, ujar Yohandi, melakukan pendataan dan mitigasi sebagai bahan analisis serta kajian. Berdasarkan pengecekan, longsoran di Kecamatan Singajaya disebabkan oleh faktor geologi dan banyak bebatuan lunak.
"Faktor geologi dan banyak sekali bebatuan lunak menyebabkan tanah longsor dan pergerakan tanah. Bencana itu dipicu oleh curah hujan cukup tinggi," ujar Yohandi Kristiawan.
Hasil kajian analisis PVMBG tersebut akan disampaikan pada Pemkab Garut dalam waktu dekat. Rekomendasi ini nantinya akan digunakan sebagai dasar kebijakan yang akan diambil pemerintah daerah, terkait penanganan bencana pergerakan tanah dan longsor di wilayah Kecamatan Singajaya.
Beberapa waktu lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Garut Nurdin Yana, menyatakan pihaknya akan meminta PVMBG melakukan kajian secara teknis pada lokasi terdampak bencana di wilayah Garut Selatan.
"Mereka akan menilai apakah daerah yang terdampak masih layak ditempati atau tidak. Hasilnya nanti dilaporkan kepada pak bupati," kata Nurdin Yana.