Pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, tutur Amir, sudah melakukan perbaikan dengan menambal tanggul menggunakan karung-karung besar berisikan tanah sekitar September 2021.
"Tapi tidak ada hitungan bulan atau minggu, tanggul jebol lagi. Kelihatan perbedaannya beberapa hari setelah diperbaiki," tutur Amir.
Dia mengatakan, sampai Februari 2022 ini, tanah tanggul Sungai Cimanuk sudah turun sedalam sekitar 2 meter. Dalam sehari tanah tanggul diperkirakan turun sedalam 5 sentimeter (cm).
"Warga sudah melaporkan kembali kejadian ini, dan kami berharap, perbaikan tanggul ambles di desa kami ini bisa dilakukan secara permanen, karena ini berkaitan dengan keselamatan warga. Warga di sini ketakutan, apalagi sekarang sudah musim hujan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Dadang Oce Iskandar mengatakan, BPBD Indramayu bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung berencana melakukan asesmen langsung ke lokasi kejadian.
Namun untuk pelaksanaan penanganannya masih terkendala cuaca, mengingat saat ini sedang musim penghujan. "Insya Allah segera dilakukan penanganan. Untuk waktunya (perbaikan tanggul) kami masih menunggu BBWS," kata Dadang.
Saat ini, lokasi tanggul jebol tersebut sudah dipasangi garis polisi untuk mengantisipasi agar tidak ada warga yang mendekat.