Menurut dia, hasil survei hanya salah satu indikator saja. Sebab, dengan tidak adanya survei akan sulit melihat atau menentukan pergerakan selanjutnya.
"Survei itu salah satu indikator. Sekarang, kalau tidak menggunakan survei kita mau percaya siapa? Feeling, kira-kira, kata orang? Ya susah. Makanya, kita memercayai survei," ujar dia.
Emil kemudian mencontohkan bukti hasil survei bukan menjadi jaminan menang pilkada pernah terjadi di DKI Jakarta. Ketika itu, kata dia, hasil survei individu menunjukkan angka yang tinggi dibandikan pasangan lainnya. Tetapi, ketika pilkada malah kalah.
"Kalah itu bukan karena hasil surveinya keliru. Namun, karena dalam perjalanannya individu yang diusungnya mengalami masalah sehingga kalah. Hasil survei itu hanya mapping kondisi saat ini," kata dia.
Karena itu, kata dia, hasil survei yang sudah dilakukan sejumlah lembaga akan dijadikan indikator untuk dijadikan bahan dalam menghadapi Pilgub Jabar 2018.