Sedangkan Situ Cileunca dikembangkan sejak 1917. Dulu, Situ Cileunca menjadi tujuan favorit para tuan tanah dan pengusaha perkebunan Belanda bersama keluarga untuk tamasya.
Selain Cileunca, ada pula Situ Cipanunjang, Gede, Cicoledas, Kanceuh, Cukul, dan Datar. Namun yang paling terkenal adalah Situ Cileunca.
Bahkan, Pangalengan memiliki sejumlah curug atau air terjun indah yang belum tergarap maksimal sebagai destinasi wisata. Antara lain, Curug Panganten, Sanghiang, Ceret, Dewa, Cibaliung, Ciruntah, Cikakapa, Cisadawindu, Patra, Cihideung, dan Malabar
Selain keindahan alam, Pangalengan juga memiliki sejumlah cagar budaya. Antara lain, Kampung Adat Cikondang, Imah Hideung, Goong Kromong, Makam Bosscha, Batu Gantung, Makam Keramat Cikondang, Gua Belanda di Gunung Tilu.
Kemudian, Perkebunan Teh dan Kina Gunung Tilu, Perkebunan Teh dan Kina Malabar, Gua Belanda di Gunung Tilu, Situs Gunung Wayang, dan puing-puing stasiun radio Malabar.