Huda meminta sapaan itu dijadikan kebiasan setiap hari sebagai wujud pengamalan semangat peduli umat serta menjawab tantangan dalam berdakwah.
"Karena kita semua harus menjadi ajengan di mana-mana. Kita harus urus pondok-pondok pesantren, kita harus urus masjid-masjid, surau-surau yang ada, yang kadang ditinggalkan oleh kita. Anggota dewan bahkan sering lupa kalau dirinya adalah ustaz," paparnya.
Tagline Peduli Umat, lanjut dia, akan ditunjukkan oleh semua kader PKB dengan menunjukkan jati dirinya sebagai santri dengan sapaan Kang Ajengan. Hal itulah yang disebutnya sebagai sinergi kepemimpinan kharismatik.
"Ini cita-cita kita semuanya karena kita seluruh santri yang tergabung di PKB harus menjadi santri walupun dia sudah menjadi anggota dewan. Jangan menjadi anggota dewan malah lupa kesantriannya," tegasnya.
Dorongan sinergi kepemimpinan kharismatik dengan kepemimpinan kaum muda itu, terang Huda, dipicu oleh ratusan ulama, ajengan, kiyai dan ustadz yang telah berpulang ke Rahmatullah dalam delapan bulan terakhir ini.