Kepada Dedi, Sultan pun menceritakan kesehariannya yang sering membantu ibu, Kurniasih. Dia selalu bangun pada pukul 1.00 WIB untuk mengantarkan ibu ke pasar menjual bakso yang digiling sendiri.
Jika sedang libur, pulang dari pasar Sultan membantu ibunya menggiling dan mencetak bakso untuk dijual keesokan harinya. “Sultan kan nabung beli domba. Kadang kalau pulang dari pasar suka ngambil sayur sisa untuk domba. Kandang dombanya juga bikin sendiri. Dulu dombanya lima sekarang sisa tiga karena hilang di sawah,” kata Sultan.
Dedi pun tertegun saat mendengar cerita Sultan. Sebab jarang sekali anak muda seusia Sultan yang rela bangun pagi untuk membantu orang tua ditambah memiliki keinginan untuk menjadi seorang peternak.
“Kamu tuh serius? Gak malu? Kamu tuh anak muda, ganteng loh. Jarang loh anak muda, seusia kamu paling main HP sama motor. Apalagi kamu ganteng begini,” ujar Kang Dedi.
Setelah ditelusuri rupanya keluarga Sultan memanglah keluarga berada. Namun sang ibu selalu mengajarkan hidup sederhana sehingga menghasilkan anak-anak pekerja keras dan kreatif seperti Sultan.