Suara Azan Indah, Menag Yaqut Dinilai Salah Bandingkan dengan Gonggongan Anjing 

Agung Bakti Sarasa
Azan oleh 7 orang di Masjid Agung Sang Cipta Rassa peninggalan Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat (Foto: iNews/Miftahudin)

Karena itu, Dasco mengajak semua pihak untuk memaknai toleransi dengan baik dan semua pihak diminta saling menghormati serta menghargai sesama anak bangsa dan umat beragama.

"Untuk itu, di tengah keberagaman yang kita miliki, saya mengajak kepada semua pihak untuk memaknai toleransi dengan baik. Mari kita pertebal semangat persatuan, saling menghormati, dan saling menghargai sesama anak bangsa dan juga antarumat beragama," tutur Dasco. 

Senada dengan Dasco, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jabar Abdul Haris Bobihoe menyatakan, kumandang azan menjadi dakwah dalam arti ajakan atau panggilan melakukan salat berjamaah. 

Maka, kata Haris, azan sangat penting dikumandangkan untuk mengingatkan bahwa waktu salat telah masuk, sehingga penggunaan pengeras suara menjadi penting agar radius gema azan terdengar luas.

"Coba saat azan berkumandang, hayati dan resapi, sangat indah. Ini ajakan kebaikan. Jadi kalau pun keras, tidak mengapa, tinggal koordinasikan antarwarga," kata Haris.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wamenag Bela Gus Yaqut, Yakin Tak Berniat Bandingkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing

57 tahun lalu

Gus Jazil Desak Menag Yaqut Ralat Analogi Suara Azan dengan Gonggongan Anjing

57 tahun lalu

Wamenag Yakin Gus Yaqut Tak Ada Niatan Bandingkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing

57 tahun lalu

Gus Jazil Jewer Menag Bandingkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing

57 tahun lalu

Menag Bandingkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing, PKB: Astaghfirullah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal