Saat ini, tim SAR gabungan masih terus melaksanakan operasi untuk mencari dan menemukan 21 orang yang dilaporkan hilang akibat tertimbun bencana tanah longor pada Sabtu (9/1/2021) lalu.
"Pukul 07.30 WIB, tim SAR gabungan akan melakukan pencarian korban yang tertimbun di sekitar lokasi kejadian dengan membagi menjadi tiga sektor dan dua shift dengan masing-masing sektor mengerahkan 50 persenel," tutur Deden.
Sektor 1, tutur Deden, pencarian dilaksanakan di rumah hajatan, sektor 2 sekitar Masjid An-Nur, dan sektor 3 lapangan voli. "Sistem shift dilakukan untuk menjaga kondisi personel agar tetap prima dan tidak terlalu kelelahan yang dapat menyebabkan pencarian dan evakuasi korban kurang maksimal," katanya.
Shift 1 yaitu dari pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB dan shift 2 dari pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB.
"Kendala yang paling signifikan di lapangan yaitu cuaca tidak stabil dan curah hujan cukup tinggi menyebabkan pergerakan tanah semakin besar dan berpotensi memicu longsor susulan," ujar Deden.
Selain itu, tutur Kepala Basarnas Bandung, material longsor cukup tebal sehingga menyulitkan tim melakukan pencarian. Namun tim SAR gabungan tetap optimistis dan semangat. "Kami berharap korban satu persatu bisa ditemukan walau dalam keadaaan yang terbatas," tuturnya.
Hingga saat ini kekuatan personel operasi SAR berjumlah 664 orang yang terdiri atas Basarnas Bandung, BPBD Jabar, BPBD Sumedang, PUPR, TNI dan Polri, PMI Jabar, Dinkes Sumedang, Rumah Zakat, Potenis SAR Jawa Barat dan Potensi SAR Jawa Tengah.