Sopir Bus Maut di Sukabumi Ternyata Seorang Kernet, Ini Pengakuannya

Wilda Topan
Kernet yang jadi sopir bus maut menjalani perawatan medis terpisah di RSUD Palabuhan Ratu. (Foto: iNews/Wilda Topan)

Adam menilai kondisi bus tidak laik jalan, karena saat posisi turunan di tikungan, kondisi rem blong sehingga dia tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. “Saat saya bawa diturunan rem-nya blong. Saya coba dari gigi lima langsung ke gigi satu. Saat itu saya dihalangi motor, kalau tidak akan menabrak dinding,” ujarnya.

Adam juga membantah melarikan diri. Dia mengaku tidak melompat keluar saat bus masuk jurang, tapi tetap bertahan hingga kendaraan berhenti. Setelah itu dia keluar untuk mencari air karena merasa haus dan bersembunyi di dekat Sungai Citarik. “Saya haus dan takut dipukuli warga,” ucapnya.

Diketahui dalam kecelakaan maut tersebut 23 orang tewas. Para korban merupakan karyawan PT Catur Putra Raya, Bogor, yang sedang dalam perjalanan gathering.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bentrokan Usai Nobar Laga Persib Vs Persija di Sukabumi, 3 Orang Terluka

57 tahun lalu

Izin Operasional KBIH Nur Haramain Dicabut usai Bus Jemaah Kecelakaan di Madinah

57 tahun lalu

Angkot di Sukabumi Gunakan Elpiji 3 Kg sebagai Bahan Bakar, Sehari 2 Tabung

57 tahun lalu

Akan Kabur ke Sumatera, 3 Pelaku Pengeroyokan Maut di Sukabumi Ditangkap di Banten

57 tahun lalu

Cekcok Kurang Uang Beli Miras, Pria di Sukabumi Tewas Ditikam Pemilik Kios Jamu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal