Menurutnya, keberadaan subterminal Padalarang di Pasar Curug Agung merupakan salah satu solusi mengatasi kemacetan di kawasan tersebut. Selama ini, kepadatan di pertigaan Tagog terjadi akibat kendaraan khususnya angkutan umum yang berhenti menaikkan atau menurunkan penumpang.
"Ada empat trayek yang melintas ke sana, seperti Padalarang-Gunung Bentang; Padalarang-Rajamandala; Padalarang-Cikalongwetan; dan Padalaran-Pangheotan," ujar pria yang akrab disapa Ucok ini.
Sementara saat ini, tutur Asep Dedi, sejak subterminal Padalarang beroperasi, tingkat kemacetan di Jalan Raya Padalarang-Purwakarta cenderung berkurang dan arus lalu lintas lancar. Sopir angkutan juga mendukung karena tidak bersinggungan dengan trayek lain.
"Kami harap ke Pemda KBB agar kebijakan yang baik ini, untuk terminal dan pasar di Curug Agung, dipatenkan. Supaya Padalarang tidak terus-terusan macet," tutur Asep Dedi.