“Orang tua tak mengingatkan mana yang pantas dan yang tak pantas,” ujarnya.
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia ini melanjutkan, tak terbayangkan 10 tahun lalu ada aktivitas berlenggak-lenggok di jalan raya kemudian diupload di media sosial.
Belum lagi ada anak laki-laki yang datang ke SCBD menggunakan pakaian yang aneh-aneh, kemudian dia menyebut sedang mencari suami.
“Tak henti saya melihat video tersebut berucap Innalillahi, dengan mame pete dengan mame (anak laki-laki cari anak laki-laki). Ini tugas kita (meluruskan),” ucapnya
Ditambahkan peraih Bintang Mahaputra Utama ini, fenomena seperti Citayam ini juga tak lepas dari kondisi di rumah. Bila rumah mereka nyaman, tak mungkin akan tidur di emperan. Dan tak mungkin fenomena seperti ini akan melanda ke daerah yang lain, termasuk juga di Pulau Lombok.