Siasati Mahalnya Harga Kedelai, Perajin di Majalengka Kurangi Ukuran Tempe

M Zeni Johadi
Perajin tempe di Kabupaten Majalengka berusaha bertahan untuk teteap produksi meski harga kedelai mahal. (Foto: iNews.id/M Zeni Johadi)

MAJALENGKA, iNews.id - Sejumlah perajin tempe di Kabupaten Majalengka, terpaksa harus mengurangi ukuran dan takaran produksinya. Pengurangan ukuran tempe ini untuk menyiasati mahalnya harga kedelai hingga menembus Rp13.000 per kilogram. 

Upaya itu banyak dilakukan perajin tempe di Desa Pagandon, Kecamatan Kadipaten,  sebagai upaya menghindari kebangkrutan usaha. Meskipun dengan mahalnya harga kedelai ini banyak dari perajin yang lebih dulu gulung tikar.

Sebelumnya harga kedelai berkisar Rp10.000-11.000 per kilogram dan sejak awal November 2023 harga melejit hingga Rp13.000 per kilogram.

Menurut Kaliri, salah satu perajin tempe, mengatakan, harga kedelai tinggi saat ini, karena dampak perang Palestina dan Israel.

"Saat ini harga kedelai tinggi dampak perang Israel hingga sejumlah perajin ada yang gulung tikar," kata Kaliri, Senin (20/11/2023).

Perajin tempe dan tahu di Majalengka berharap, pemerintah untuk mengembalikan harga kedelai.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Kedelai Melejit, Perajin Tempe Cimahi Berusaha Tak Mogok Produksi

57 tahun lalu

Harga Kedelai Naik Imbas Perang AS, Perajin Tempe di Jember Kelimpungan

57 tahun lalu

Atikoh Sebut Ganjar-Mahfud Akan Kembalikan Fungsi Bulog untuk Jaga Stabilitas Pangan

57 tahun lalu

Ganjar Sentil Pemerintah soal Kedelai: Produktivitas Kurang, Impor Tak Terkendali

57 tahun lalu

Terus Merugi akibat Harga Kedelai Mahal, Puluhan Produsen Tahu di Purbalingga Gulung Tikar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal