BANDUNG, iNews.id – Kasus penyekapan dan penyiksaan sadis yang menimpa Yuvita Tri Rezeki (YTR), perempuan asal Rancaekek, Kota Bandung yang hilang sejak 2023, perlahan mulai tersibak. Polisi kembali melakukan olah TKP di sebuah kamar kontrakan sempit di Gang Masjid, kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (22/6/2026).
Pelaku yang diidentifikasi bernama Taufik Hidayat (TH) diketahui menggunakan modus licik agar aksi kejamnya selama tiga bulan menyewa kamar kos tersebut tidak terendus oleh lingkungan sekitar.
Penjaga kos berinisial RS (26) mengungkapkan bahwa TH dan korban pertama kali datang pada 9 Maret 2026. Kepada pengelola, TH berbohong dengan mengaku bahwa mereka adalah sepasang suami istri (pasutri).
Selama tiga bulan mengontrak, RS mengaku tidak melihat gelagat yang mencurigakan secara kasat mata, namun dia kerap mendengar kejanggalan dari dalam kamar nomor 3 tersebut.
“Saya sering dengar suara benturan sangat keras pada dinding tembok pembatas kamar. Saat ditegur, dia (TH) selalu berkelit penyakit sakit kepalanya kambuh,” katanya.
Kedok TH sebagai suami fiktif mulai goyah saat penjaga kos berkali-kali menagih dokumen kependudukan berupa KTP dan Surat Nikah sebagai syarat administrasi lingkungan.
Bukannya menyerahkan berkas, TH justru kerap naik pitam dan mengeluarkan ancaman pembunuhan yang ekstrem kepada pengelola kos.
"Setiap kali saya mintai keterangan dan bukti surat nikah, dia langsung temperamental. Dia selalu mengancam akan menghabisi nyawa saya jika terus-terusan ikut campur urusan rumah tangganya," tutur RS, penjaga kos yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (22/6/2026).
Sandiwara TH runtuh pada 9 Juni 2026. Hari itu, TH mendadak keluar kamar sambil menangis histeris dan memohon kepada RS untuk membantu membawa korban ke rumah sakit. Namun, TH sendiri menolak ikut mendampingi.
RS akhirnya melarikan korban menggunakan kendaraan taksi online tanpa didampingi pelaku. Awalnya korban dibawa ke RSUD Kota Bandung di Ujungberung, sebelum akhirnya dirujuk ke RSHS Bandung karena kondisinya kritis.
"Selama di dalam mobil, wajahnya masih ditutup kain. Saya benar-benar shock dan baru tahu kondisi korban yang sebenarnya setelah kain penutup itu dibuka oleh tim medis di dalam IGD rumah sakit. Wajah dan tubuhnya sudah hancur mengenaskan, penuh luka siksaan," kata RS dengan suara bergetar.