"Itu kemungkinan karena gempa-gempa di sesar-sesar tersebut sudah dilepaskan pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga pada 2020 sesar-sesar lokal berada pada fase mengumpulkan energi," ujar dia.
Menurut Teguh, ketika sesar tidak menunjukan aktivitasnya, berarti patahan tanah itu sedang mengumpulkan energi. Bahkan, pengumpulan energi ini diprediksi terjadi setelah 2012 silam.
Namun dia meminta masyarakat tidak khawatir berlebihan, karena Sesar Lembang periode ulang gempa besarnya sekitar 500 tahun. BMKG telah memasang beberapa alat seismograf untuk mencatat kejadian pergerakan tanah di sesar-sesar tersbeut.
Tujuannya, tutur Teguh, agar sekecil apapun pergerakan tanah atau gempa bumi di Sesar Lembang yang membentang dari Bandung Barat, Lembang, hingga timur Jatinangor, Sumedangdapat terdeteksi.