“Kami bangga karena pemerintah memberikan perhatian penuh dan menempatkan almarhum di Taman Makam Pahlawan Cikutra ini. Tentu karena almarhum gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa,” ujar Memet Slamet.
Lurah Pasawahan menuturkan, keluarga mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum selama ini, baik selama berdinas maupun dalam keseharian. Sebab, sebagai manusia biasa, almarhum tentu tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
“Kami memohon kepada pemerintah beserta seluruh jajaran untuk mengambil langkah tegas terhadap KKB agar tidak terjadi lagi korban berjatuhan, cukup putra kami yang terakhir,” tutur Memet Slamet.
Sementara itu, Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto mengatakan, almarhum Sertu (anumerta) Muhammad Rizal Maulana Arifin gugur dalam tugas operasi di Puncak Papua pada Kamis 27 Januari 2022 pukul 05.28 waktu Indonesia Timur setelah terjadi kontak tembak dengan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP).
"Upacara kebesaran kenegaraan ini dilaksanakan, sebagai penghormatan dan penghargaan pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia atas jasa darma bakti serta pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa semasa hidupnya," kata Kapendam Siliwangi.
TNI AD, ujar Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto, merasakan kehilangan mendalam gugurnya almarhum Sertu (anumerta) M Rizal Maulana. "KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman selaku inspektur upacara dan pribadi menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya almarhum dan mendoakan Allah SWT memberikan ketabahan, kesabaran, bimbingan, dan perlindungan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan," ujar Arie Tri Hedhianto.