Menurut Yasin, luas daerah rawan banjir saat ini memcapai 11 kecamatan, sehingga kebutuhan perahu karet sangat penting. Apalagi banjir tahun lalu sudah mencapai 29 kecamatan, tim evakuasi harus membuat skala prioritas melakukan evakuasi.
" Biasanya kita utamakan terlebih dahulu warga yang paling banyak terdampak. Kemudian jika sudah selesai baru pindah ketempat lain," ujarnya.
Untuk mengatasi kekurangan perahu karet, kata Yasin, pihaknya biasanya meminta bantuan Polres Karawang atau Kodim yang memiliki perahu karet. Bantuan lain biasanya datang dari SAR Provinsi Jawa Barat.
"Tapi kalau banjirnya merata di banyak tempat ya terpaksa kita harus antre menungggu yang lain selesai," tuturnya.
Yasin mengatakan, puncak hujan akan terjadi pada awal tahun. Oleh karena itu pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di lokasi rawan banjir.
"Kami sudah sosialisasikan agar masyarakat menjaga kewaspadaan terutama di wilayah bantaran sungai. Apalagi hujan tahun ini oleh La-Nina jadi cukup berbahaya," katanya.