Ketua Pelaksana Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat Sindangkerta Dida Achmad mengatakan, sekitar dua tahun selama masa pandemi. Semua kegiatan seni dan budaya, termasuk seni ibing pencak, sempat vakum. Meskipun ada dilakukan secara individual dan tatap muka terbatas.
"Di Kecamatan Sindangkerta terdapat 23 paguron pencak silat. Tetapi yang mendaftarkan peserta hanya 16. Kami senang bisa menggelar acara ini karena selama dua tahun seni ibing pencak silat vakum," kata Dida Achmad.
Semetara itu, Dewan Juri Pasanggiri Seni Ibing Pencak 2021 Ahdi Yusuf mengatakan, terdapat beberapa kriteria yang menjadi penilaian bagi para peserta. Antara lain, intisari pola pencak, seperti enteup sereuh atau tersusun rapih dalam menjatuhkan lawan.
Untuk menilai para peserta, kata Ahdi Yusuf, penitia melibatkan sekitar 10 penilai atau juri dari berbagai wilayah dengan menggunakan sistem komputer dan manual. Juri berasal dari beberapa kecamatan, seperti Cihampelas, Lembang, dan Ngamprah.
"Penilaian kami kembali ke buhun atau keaslian ibing pencak silat. Yang paling utama, intisari pola pencak. Di antara kriteria penilaian, itu yang nilainya paling besar," kata Ahdi Yusuf.