“Ruang laut harus komprehensif dalam perencanaan tidak hanya teknis tetapi budaya yang ada di ruang itu dapat diakomodir klasternya,” ujar Muh Rasman Manafi.
Sementara itu, Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung melalui Tim Riset Seni Maritim yang diketuai Yanti Heriyawati diundang secara khusus dalam event ini untuk memberikan kontribusi dalam dunia kemaritiman dari bidang seni budaya.
“Secara khusus kami menggarap Seri Jelajah Negeri Maritim dalam judul Layar Sauh. Karya ini digarap berdasarkan hasil perjalanan riset menyusuri pesisir Nusantara,” kata Yanti yang juga Direktur Pascasarjana ISBI Bandung itu.
Yanti Heriyawati menyata, berterima kasih kepada Muh Rasman Manafi yang memfasilitasi booth untuk ISBI Bandung agar dapat memamerkan karya Seni Maritim yang telah dihasilkan berdasarkan riset.
Pantauan di lapangan booth Seni Maritim ISBI Bandung cukup mendapat perhatian khusus pengunjung. Berbagai karya publikasi hasil penelitian berupa foto, poster, buku, batik, kerajian, rencong, dan live painting menjadi daya tarik sendiri.
"Selain performance dan booth, ISBI Bandung juga menayangkan dokumentasi Seni Maritim," ujar Yanti Heriyawati.