Setelah beberapa jam, mereka merebut pangkalan dan tentara pun menyerukan untuk menggempur mereka dengan serangan udara. Jumlah tentara yang tewas semakin banyak tatkala para penyerang menyergap bala bantuan yang dikirim untuk membantu pertahanan di pangkalan militer tersebut.
Seorang penduduk mengatakan, gerombolan itu juga membakar markas polisi di kota. “Saya melihat mereka bertempur dengan tentara,” kata warga bernama Ba Umar Abba Tuja kepada Reuters.
“Ketika jet tempur (milik tentara Nigeria) mulai melayang di udara, (para militan) melarikan diri ke dalam permukiman penduduk dan bersembunyi di sebuah sekolah dasar,” ujarnya.
Tuja mengatakan, kelompok bersenjata itu pergi meninggalkan warga sekitar tengah malam. Kota Mainok berjarak sekitar 55 km dari Maiduguri, ibu kota Negara bagian Borno.
Pemberontakan yang dilancarkan kelompok ekstremis telah melanda bagian timur laut Nigeria selama lebih dari satu dekade. Kekacauan itu menyebabkan lebih dari 30.000 orang meninggal dunia dan sedikitnya 2 juta penduduk mengungsi.