Asep mengemukakan, menurut saksi Andri diketahui asal mula api berasal dari selang gas elpiji. "Menurut saksi, sekitar pukul 11.00 WIB saat hendak mengganti tabung gas, terlihat cincin pengaman selang gas tidak kuat. Saat kompor dinyalakan, tabung gas terbakar yang kemudian membesar di bagian dapur," ujar Asep.
Tak lama kemudian, warga langsung melaporkan peristiwa kebakaran tersebut ke Diskar PB Kota Bandung. "Untuk kerugiannya berdasarkan keterangan dari pemilik sekitar Rp80 juta," tutur Kasi Operasi Pemadam Diskar PB Kota Bandung.
Asep mengatakan, setelah tiba di lokasi kebakaran, petugas melakukan pemadaman dan penyekatan di sekitar lokasi kejadian. Setelah api berhasil dipadamkan, dilakukan pendinginan.
Untuk memadamkan api yang melalap kios ayam geprek itu, Diskar PB Kota Bandung mengerahkan enam unit pemadam, antara lain dua Unit Pancar Utara, satu Unit Water Tanker, satu Unit Rescue, dan dua Unit Komando Utara.
"Kami mengimbau masyarakat tentang bahaya kebakaran dan bencana lain. Sebaiknya masyarakat memiliki alat pemadam api ringan (Apar) untuk penanggulangan awal," kata Asep.