Perdana Menteri Malaysia menyatakan, Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nasional melakukan survei berjudul 'Beban dan Tantangan Dihadapi Orangtua Menghadapi Gelombang Baru Pandemi Covid-19' tahun ini guna mengukur dampak pada pasutri.
Survei tersebut melibatkan 1.148 pasutri yang memiliki anak berusia 7 hingga 24 tahun, dilakukan antara 5 hingga 14 Maret. “Menurut survei, 80 persen responden mulai merasakan impitan, baik secara ekonomi maupun kesehatan mental, selama gelombang ketiga pandemi dan setelah penerapan perintah kendali pergerakan (MCO 2.0),” ujar Perdana Menteri Malaysia.
Pada aspek ekonomi keluarga, 28 persen responden mengatakan kondisi keuangan keluarga memburuk dibandingkan dengan gelombang Covid-19 dan penerapan MCO sebelumnya.
Survei tersebut juga mengungkap, 84,1 persen responden menderita tekanan emosional seperti cemas, gugup, dan khawatir selama gelombang ketiga wabah dan penerapan MCO kedua.
Disebutkan pula, 63 persen pasutri menderita depresi dan efeknya mengakibatkan 20,4 persen orangtua sulit mengendalikan emosi.
“Diikuti dengan sulit tidur (16,8 persen) atau sakit kepala terus-menerus dan sakit perut (15,8 persen),” kata Ismail.