Di Kelurahan Andir, tutur Dansektor 7, wilayah yang paling parah terdampak banjir antara lain, Kampung Parunghalang RW 01 dan 02 dengan ketinggian air 60 cm. Kampung Ciodeng RW 3 TMA 70 cm, dan Cibadak RW 5 ketinggian 150 cm.
Kampung Ciputat RW 06 ketinggian 160 cm, Muara RW 7 ketinggian air 150 cm, Kulalet RW 8 TMA 50 cm. Di Kampung Jembatan RW 9, ketinggian air mencapai 160 cm. Sedangkan di Babakansadar RW 10 ketinggian air hanya 50 cm dan Ciputat RW 13 mencapai 150 cm.
"TMA banjir yang merendam Jalan Andir-Katapang mencapai 130 cm. Sampai saat ini belum bisa dilalui kendaraan. Warga beraktivitas menggunakan perahu kayu, perahu karet dan delman. Sementara, Jalan Raya Dayeuhkolot-Banjaran sudah bisa dilalui kendaraan baik motor maupun mobil," tutur Dansektor 7.
Berdasarkan catatan personel Sektor 7 Citarum Harum, kata Kolonel Inf Jefson Marisano, fasilitas umum yang tergenang antar lain, SDN 1 dan Masjid Al-Barokah Kampung Jembatan RW 9, Masjid Nurul Huda, Masjid Nurul Jannah RW 13, Masjid Al Ikhlas dan Al-Addin di Kampung Ciputat RW 06, Masjid Nuruttaqwa RW 07 Kampung Muara. "Kemudian rumah tergenang di beberapa kampung ini sebanyak 3.850 unit yang dihuni oleh 4.800 KK atau 10.250 jiwa," ucap Kolonel Jefson.
Di Desa Bojong Malaka, ujar Dansektor 7, permukiman yang terendam banjir antara lain, RT 01 dengan TMA sekitar 50 cm. Jumlah rumah tergenang di RT ini 10 unit yang dihuni 10 KK atau 60 Jiwa.