Keluarga ahli waris mengancam akan mengosongkan tempat tersebut dan menghentikan aktifitas belajar mengajar sampai pemerintah menyelesiakan permasalah ini.
Salah seorang wali murid, Anisa mengatakan penyegelan sebaiknya tidak dilakukan karena mengganggu aktifitas belajar mengajar siswa. Mereka berharap Pemkab Bekasi segera menyelesaikan masalah ini sehingga siswa dapat kembali belajar.
“Ini harus segera diselesaikan sama pemerintah Bekasi, kegiatan belajar harus tetap berjalan,” katanya.
Kepala Sekolah SDN 01 Karang Rahayu, Badri menyayangkan aksi penyegelan ini. Pihaknya sudah berusaha menghubungi pihak-pihak yang berkepentingan agar mau duduk bersama menemukan solusi masalah ini.
“Pemerintah bilang menunggu anggaran 2020, karena tahun ini tidak ada anggaran untuk masalah ini,” katanya.
Salah satu siswa, Nurhidayah berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah ini. Dia dan siswa lain merasa kegiatan belajarnya sangat terganggu akibat penyegelan.
“Tolong segera menyelesaikan masalah ini, sehingga segelnya bisa dibuka,” katanya sembari menangis.