Sejarah Kesenian Sisingaan Khas Jawa Barat, Ekspresi Perlawanan Rakyat Subang terhadap Penjajah

Agus Warsudi
Kesenian tradisional Sisingaan khas Subang, Jawa Barat. (FOTO: infobudaya.com/kemendikbud.go.id)

Kini, para pemain Sisingaan tampil menarik dengan baju yang seragam dan berwarna warni. Bahkan untuk menarik perhatian para penonton, Penampilan Sisingaan disemarakkan oleh kehadiran perempuan penari dan pengawal yang membawa umbul-umbul bertuliskan nama grup yang tampil. 

Sedangkan untuk musik pengiring, semula hanya kendang, bedug, genjring, goong, kempul, kecrek, bonang, rebab, dan terompet, kini bergeser ke musik-musik populer. Seperti dangdut koplo dan tarling khas pantai utara (pantura). Bahkan, dangdut koplo dan tarling kini lebih dominan dibanding musik tradisional.

Di Kabupaten Subang, diperkirakan terdapat 200 grup Sisingaan. Untuk menjaga agar kesenian tradisional itu tetap eksis, Pemkab Subang rutin menggelar Festival Sisingaan Subang pada April setiap. Festival itu digelar bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Subang. 

Saat event digelar, ribuan masyarakat akan memadati lokasi acara. Mereka antusias menyaksikan atraksi Sisingaan yang tampil di festival tersebut. Apalagi kini, pemain Sisingaan juga keram melakukan atraksi akrobatik dalam penampilan mereka.

Juara dari festival ini diberi peluang mengisi acara-acara resmi pemerintahan di tingkat regional, nasional, dan internasional. Karena Sisingaan memiliki daya tarik kuat, keseniaan tradisional ini menyebar ke beberapa daerah lain di Jawa Barat. Seperti, Depok, Sumedang, Kabupaten Bandung, Purwakarta, dan lain-lain.

Selain ekspresi perlawanan rakyat Subang terhadap penjajah, Sisingaan juga memiliki makna sosial. Masyarakat Subang percaya kesenian rakyat Sisingaan sangat memengaruhi sikap diri mereka. Seperti egalitarian, spontanitas, saling percaya, dan rasa memiliki.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kawasan Industri Pulogadung Bakal Dipindah ke Subang, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Innalillahi, Jasad Pemotor Hilang Terseret Banjir di Subang Ditemukan 53 Km dari TKP Awal

57 tahun lalu

Hilang Terseret Banjir, Nasib Perempuan Muda di Subang Masih Belum Diketahui

57 tahun lalu

Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Ini Kendalanya

57 tahun lalu

Ridwan Kamil Panen Raya di Subang dan Ingatkan Warga Waspadai Krisis Pangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal