Sebelum Meninggal, Maestro Karawitan Sunda Tan Deseng Sempat Gunakan Alat Bantu

Arif Budianto
Tan Deseng, seniman Sunda. (FOTO: ISTIMEWA)

Saat ini, almarhum disemayamkan di rumah duka, Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP), Jalan Nana Rohana, Warung Muncang, Kota Bandung. Rencananya, almarhum akan disemayamkan di rumah duka hingga tiga hari kedepan.

Tan meninggal dunia meninggalkan tiga orang anak. Dua perempuan dan satu laki laki. Selama ini, Tan hidup berpindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lainnya. 

Tan Deseng yang memiliki darah China ini dikenal sebagai maestro karawitan Sunda. Dia dikenal sebagai musisi, seniman, dan budayawan. Gelar maestro diraih dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2015 silam.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kabar Duka, Maestro Karawitan Sunda Tan Deseng Meninggal Dunia

57 tahun lalu

2 Perampok Bersajam Todong Pegawai Minimarket di Bandung, Gasak Rp45 Juta

57 tahun lalu

Waduh, 58 Kelurahan Belum Bebas Tinja, Ini Solusi Pemkot Bandung

57 tahun lalu

Kapolrestabes Bandung Belum Keluarkan Izin Car Free Day dan Car Free Night 

57 tahun lalu

Satlantas Polrestabes Bandung Pastikan selalu Siaga Layani Masyarakat di Akhir Pekan 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal