Tidak hanya kelas 1, ujar Neneng Juaningsih, pencuri juga mengambil buku pelajaran di kelas 2, 3, 4, dan 6. "Setelah kami cek kelas lain, ternyata dibobol juga. Bahkan, etalase di ruang kelas 4 dipecah. Tapi ada satu kelas yang masih dalam keadaan terkunci, yakni kelas 5. Total buku pelajaran yang hilang sekitar 1.300 buku," ujar Neneng Juaningsih.
Kepala SDN Cadangpinggan 2 menuturkan, pencuri masuk ke lingkungan sekolah dengan cara mendobrak gerbang. Kemudian masuk ruang kelas melalui pintu dengan cara mencongkel.
"Kalau gemboknya sih tidak dirusak, tapi tempat gemboknya itu yang dicongkel. Termasuk pintu gerbang juga sama, tempat gemboknya dijebol hingga patah," tutur Kepala SDN Cadangpinggan 2.
Sementara itu, Pengawas Bina SD Kecamatan Sukagumiwang Arsil Arifin mengimbau seluruh kepala sekolah di wilayah Kecamatan Sukagumiwang membentuk petugas piket untuk berjaga di lingkungan sekolah setiap hari. Tujuannya agar kasus serupa tidak menimpa sekolah lain.
"Berhubung SD di sini kan seluruhnya tidak ada petugas satpam. Karenanya, saya minta kepada kepala Ssekolah membentuk petugas piket untuk berjaga setiap hari. Apalagi sekarang kan lagi libur panjang, jadi lingkungan sekolah harus selalu dijaga, agar kasus pencurian seperti ini tidak terjadi kembali," kata Arsil Arifin.
Sementara itu, Kapolsek Sukagumiwang Kompol Kasidi mengatakan, petugas telah menerima laporan kasus pencurian buku di SDN 2 Cadangpinggan tersebut. "Saat ini kasusnya sedang dalam penanganan," kata Kapolsek Sukabumiwang.