Pria yang bekerja di PT Dirgantara Indonesia (DI) hingga 2002 itu, kini telah berhasil membuat ribuan jenis miniatur kereta api. Seperti lokomotif uap zaman Belanda, lokomotif jenis CC 206, CC 205, LRT, KRL, dan beragam jenis miniatur lainnya. Termasuk membuat miniatur kapal laut dan kendaraan tempur TNI.
"Yang lain juga bikin, kaya kapal laut, kendaraan tempur TNI dan lain-lain. Tapi memang yang paling banyak dipesan miniatur kereta," tuturnya.
Disinggung soal bagaimana dia bisa mengetahui secara detail kereta api, ternyata sejak kecil sudah mengenalnya mengingat sang ayah pernah bekerja di PT KAI. Rumah masa kecilnya juga berada di samping perlintasan kereta api, sehingga gambaran soal kereta begitu melekat dibenaknya.
Untuk membuat miniatur kereta Eddy menggunakan bahan baku akrilik yang dibentuk dengan cutting laser. Rangka miniatur kereta api yang sudah setengah jadi lalu dipoles dengan berbagai warna sesuai model aslinya. Kemudian memasang bagian body kereta, lalu membuat cetakan mika untuk wadahnya.
"Dulu sebelum ada Covid-19 sebulan saya bisa dapat sekitar Rp25 juta, tapi karena pandemi pemasukan turun sekitar 40 persen," ujarnya.