Tim pemisahan bayi kembar siam berasal dari berbagai multidisiplin. Mereka bekerja keras agar operasi berjalan lancar. "Operasi pemisahan bayi kembar siam ini terlaksana dengan dukungan pembiayaan melalui kitabisa.com," ujar dr Dikky Drajat.
Sementara itu, Direktur Utama RSHS dr Jimmy Panelewen mengatakan, operasi pemisahan kembar siam memiliki tingkat kesulitan yang kompleks. Namun dengan kerja sama tim, operasi dapat dilakukan dan diharapkan hasilnya optimal yaitu pasien dapat menjalani proses tumbuh kembang dengan baik. "Operasi dapat dilakukan dan diharapkan hasilnya optimal," kata Dirut RSHS Bandung.
Diberitakan sebelumnya, dikutip dari iNewsSubang.id, bayi kembar siam, Hasan dan Husen merupakan putara pasang suami istri (pasutri) Imam Safi'i Harahap (25) dan istrinya Desi Lubis (24), warga Jalan Palabuan, Kelurahan Sukamelang, Subang, Jawa Barat. Operasi pemisahan kembar Hasan dan Husein membutuhkan biaya Rp1,7 miliar.
Mahalnya biaya operasi membuat Imam Safi'i Harahap dan istrinya Desi Lubis tidak bisa berbuat banyak. Mereka membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk biaya operasi anak pertamanya tersebut.
Menurut sang ayah, Imam Safi'if Harahap, istrinya melahirkan Hasan dan Husen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang. Namun, saat mengetahui kondisi bayi kembar siam, Hasan dan Husen harus dirujuk ke RSHS Bandung karena peralatan perawatan di RSUD Subang tidak memadai.