Sementara itu, sesepuh Adat Batujajar Barat Abah Toyo Sopandi mengatakan, ritual hajat lembur dilaksanakan untuk nyaangan atau menerangi keramat leluhur. Selain itu, wujud rasa syukur akan karunia yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa selama ini atas kesehatan, ketentraman hidup, dan nikmat materi.
"Saat gelaran hajat lembur, warga membawa sesajen, seperti nasi tumpeng, rujakeun, dawegan (kelapa muda), air kopi manis, kopi pahit, dan aneka macam makanan tradisional lainnya yang dikumpulkan di lokasi upacara," kata Abah Toyo Sopandi.
Hajat lembut, ujar Abah Toyo, diawal dengan ziarah ke pancer keramat untuk berdoa sadu puhun atau salam hormat kepada leluhur atau karuhun yang telah merintis hajat lembur.
Setelah itu dilanjutkan doa sawen tolak bala dengan mengubur syarat sawen di tanah. "Lubang sawen itu dibuat satu di tengah lapang dan empat lubang di penjuru untuk mengubur syarat sawen," ujarnya.
Abah Toyo Sopandi menuturkan, bersyukur ritual hajat lembur di Blok Kaum Batujajar Barat akan dilestarikan oleh Disparbud KBB sebagai kekayaan budaya.