"Itu mungkin oleh-oleh, informasi itu yang akan saya promosikan. Kadang- kadang UMKM bingung mau jual ke mana karena tidak tahu datanya. Silakan, UMKM merespons peluang yang luar biasa ini," ujarnya.
Selain menawarkan peluang tersebut, Kang Emil pun menyatakan, Pemprov Jabar berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang kerap dihadapi para pelaku UMKM.
"Pemprov Jabar komit menyelesaikan permasalahan UMKM ini karena sangat multidimensi, dari pemasaran, skala, dan lain-lain," tutur Kang Emil.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebut bahwa hadirnya market Rp400 triliun itu merupakan hikmah pandemi Covid-19, khususnya bagi para pelaku UMKM.
"Ya, itu kan hikmah dari pandemi. Ketika sekarang daya beli masyarakat turun, akhirnya penyerapan produk UMKM harus (dilakukan) pemerintah. Alhamdulillah (kebijakan) itu sudah masuk dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja," ungkap Teten.