Menurut dia, berdasarkan hasil analisa tim ekonomi Universitas Padjadjaran dan Bappeda Jabar diketahui terdapat sekitar satu juta warga Jabar yang ekonominya terdampak wabah Covid-19 di Jabar.
"Keputusan memberikan pertolongan ini, sudah dikaji oleh tim Universitas Padjajaran dan Bappeda bahwa COVID-19 di Jabar akan memberi dampak kepada mereka yang terkena kurang lebih mendekati satu juta orang yang harus diberikan pertolongan ya," ujarnya.
Dia mengatakan untuk tahap pertama dana yang dialokasikan mencapai Rp5 triliun yang berasal dari pemangkasan anggaran perjalanan dinas PNS dan pergeseran dana desa yang semula diperuntukan untuk proyek yang tak berhubungan langsung dengan masyarakat.
"Proses distribusinya sedang dirapatkan dalam dua atau tiga hari ini. Jadi hari ini baru kesepakatan dari sisi anggaran. Terus satu hari ini akan mencari di mana angka triliun-triliun itu dan teknisnya akan dibahas sehingga Minggu depan sudah jelas teknis pembagiannya," katanya.
Selain itu, Kang Emil juga mengimbau 27 kota kabupaten di Provinsi Jabar turut ambil bagian dalam pembagian bantuan itu.