Penanganan limbah peternakan di DAS Citarum kini sudah mencapai target. "Di Perpres, dari target 26.800 ekor sapi, kami sudah menangani 26.900 ekor sapi yang limbahnya bisa dijangkau oleh sistem untuk dikelola lebih sustainable," tutur Gubernur Jabar.
Kang Emil menuturkan, hampir sepertiga wilayah Provinsi Jabar terkena dampak besar dari keberadaan Sungai Citarum. "Jawa Barat mengalami dampak luar biasa dari Citarum. Di antaranya penghasil listrik, irigasi, bahkan sumber air Jakarta juga semua dari Citarum lewat Waduk Jatiluhur," tutur Kang Emil.
Sebanyak 12 kegiatan terus dilakukan lewat program Citarum Harum yang sudah dimulai sejak 2019 lalu. Dari target penghijauan lahan kritis 15.000 hektare, kata Kang Emil, saat ini sekitar 3.100 hektare lahan kritis sudah dihijaukan. "Ini akumulatif capaian selama 2019-2021," ucapnya.
Terkait penegakan hukum, tambah Kang Emil, pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dan kinerja yang proaktif dalam pelaksanaan di lapangan. "Kita lebih cenderung proaktif. Selama tiga tahun sampai saat ini, sudah 204 kasus pengaduan yang ditindaklanjuti. Di antaranya, 34 kasus sudah masuk pengadilan baik perdata maupun pidana dan 17 kasus dikenai sanksi administratif," ujar Kang Emil.
Dalam kesempatan itu, Kang Emil juga mengapresiasi bantuan dari World Bank untuk percepatan program Citarum Harum. "Dengan adanya bantuan dari World Bank sebesar 100 juta Dolar AS, diharapkan seperti di Kabupaten Bandung pengelolaan air limbah domestik untuk tahun depan insya Allah bisa tercapai sesuai dengan target," tuturnya.