Untuk jangka panjang, ujar Gubernur Jabar, tetap diupayakan angkutan umum massal berbasis rel. Proyek ini juga sudah masuk dalam perencanaan strategis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). "Pelan-pelan kami sempurnakan kenyamanan di kota ini. Sehingga masyarakat dalam bermobilitas lebih baik," tutur Gubernur Jabar.
Ditanya seberapa efektif flyover jembatan layang Jalan Laswi-Gatot Subroto dan Jalan Jakarta-Supratman mengurangi kemacetan, menurut Ridwan kamil cukup baik. Seperti flyover Laswi, dapat mengurangi antrean kendaraan di Jalan Pelajar Pejuang yang dulu padat sekali, sekarang sangat lancar.
"Testimoni di IG (Instagram) saya banyak sekali. Diapresiasi. Di awal-awal banyak di-bully. Biasa, orang maunya kaya sulap. Tapi kan semua butuh proses, semua ada waktunya," ucap Kang Emil.
Ridwan Kamil menuturkan, pembiayaan proyek-proyek fisik infrastruktur dasar masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sehingga anggaran infrastrktur dasar padat karya dan diprioritaskan tidak terkena restrukturisasi.
Diketahui, pembangunan flyover Jalan Jakarta telah selesai lebih dulu dan dioperasikan pada 10 Desember 2020 lalu. Flyover itu digunakan untuk satu arah dari Jalan Jakarta ke WR Supratman, Kota Bandung.
Sedangkan pembangunan flyover Jalan Laswi-Gatot Subroto selesai pertengahan Desember 2020. Flyover ini mulai digunakan sejak Senin (21/12/2020). Jembatan layang tersebut diberlakukan dua arah arus lalu lintas, baik dari selatan ke utara, maupun sebaliknya dari utara ke selatan.