"Mereka yang rajin-rajin ini kami berikan insentif gratis yaitu pupuk organik dan pestisida hayati sebagai pengganti kimiawi," ucap Kang Emil.
Kemudian, dilakukan juga penyesuaian layanan dengan penyebarluasan video cara pelaksanaan Aksi Tali Intan, menggunakan masker saat di kebun, lalu monitoring dan evaluasi pelaksanaan Aksi Tali Intan, serta insentif melalui ekspedisi. "Kemudian kita modifikasi bagaimana pelaksanaan secara digital," ujar Gubernur Jabar.
Menurut Kang Emil, inovasi ini mulai menunjukkan manfaatnya. Salah satu buktinya, yakni berkurangnya hama penyakit dari semula 35 persen menjadi 7,57 persen. Kemudian, produktivitas juga meningkat dari 27 persen menjadi 44 persen.
Selain itu, serapan pasar produk pertanian ikut melonjak dari 43 persen menjadi 85 persen dan pendapatan petani juga ikut naik dari 56 persen menjadi 86 persen.
"Ini adalah multidimensi yang menyebabkan lingkungan terjaga produktivitas meningkat, market merespon, kesejahteraan meningkat," tutur Kang Emil.