Meski begitu, Kang Emil menegaskan, Pemprov Jabar akan mendukung keputusan pemilihan moda transportasi penghubung yang akan dibangun sepanjang memudahkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami dukung keputusan pemilihan moda transportasinya dan kami doakan lancar. Apa pun itu (transportasi penghubungnya), waktu sudah mendesak dan saya mengajak mari segera putuskan pilihan yang paling rasional," katanya.
Menurut Kang Emil, pembangunan jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer turut mendukung lahirnya tiga pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jabar, yakni Karawang, Walini, dan Tegalluar.
Ketiga wilayah tersebut menjadi objek Transit Oriented Development (TOD) lewat pengembangan tata ruang terintegrasi antara orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik dengan konektivitas yang mudah.
"Dengan kereta cepat, tiga pusat pertumbuhan baru akan lahir. Jadi, jalur transportasi ini jangan dilihat hanya dari mewadahi kebutuhan volume pergerakan mobilitas eksisting, tapi juga jadi alasan melahirkan gagasan kota baru," katanya.